CHAT Via WhatsApp
diposkan pada : 01-01-2021 02:11:15

Bila mendengar atau membaca kata Mak Erot, maka yang terekam dalam otak kebanyakan orang adalan tentang ‘dukun’ perempuan yang ahli memanjangkan dan membesarkan alat kelamin pria. Memang, dialah legenda untuk terapi pembesaran dan pemanjangan alat kelamin laki-laki. Siapakah sebenarnya Mak Erot?

Mak Erot lahir di Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat 1878 dan meninggal -9 Juli 2008. Dia terkenal dengan praktik pijatnya yang diklaim bisa membesarkan dan memanjangkan alat vital kaum laki-laki. Dengan kepiawaiannya itu, nama Mak Erot menjadi terkenal di seantero Indonesia sebagai spesialis pembesar alat vital.

Keberadaan Mak Erot menjadi inspirasi bagi pihak lain, sehingga terciptalah beberapa buku yang mengaitkan namanya, antara lain buku yang ditulis Moammar Emka berjudul Ade Ape Dengan Mak Erot. Ada juga novel berjudul Big Size yang ditulis oleh Akoer yang berisi tentang praktik pembesaran alat kelamin laki-laki.

Ada juga film yang terinspirasi keberadaan Mak Erot, yaitu film XL, Antara Aku, Kau dan Mak Erot dengan tokoh Mak Siat. Mak Erot juga menjadi salah satu nama yang kerap kali dijadikan bahan lawak di Indonesia. Anak dari pasangan Boi dan Layi ini menjadi terkenal setelah membuka praktik pijat yang diklaim dapat memperbesar alat vital kaum adam.

Melansir dari situs web Klinik Tradisional Mak Erot, nama Erot memang sudah diberikan sejak ia lahir. Sedangkan klinik pengobatan tradisional alat vital tersebut sudah dibuka sejak masa penjajahan Jepang.

Pengobatan yang dilakukan di tempat Mak Erot adalah murni pengobatan tradisional. Kabarnya Mak Erot menangani pasiennya hanya melalui mantra dan doa yang tidak mengakibatkan efek samping.

Menurut berbagai informasi, pengobatan Mak Erot yang asli adalah klinik yang dikelola oleh pewaris tunggalnya, yakni H Saepulloh. Sedangkan jika ada klinik lain yang menggunakan nama Mak Erot hanyalah ikut-ikut saja.

“Maraknya pengobatan yang mengatasnamakan Mak Erot membuat kami keluarga Mak Erot tergugah untuk menjelaskan kepada Publik bahwa hanya ada satu Mak Erot dengan satu pewaris tunggal kemampuannya, yaitu H Saepulloh,” ungkap Andika Hidayat, adik Saepulloh

Disebutkan pula bahwa Mak Erot memiliki pemikiran membuka usahanya dikarenakan pemikirannya yang menganggap seks merupakan kebutuhan yang tak bisa digantikan. Karena, hal tersebut merupakan kebutuhan kodrati manusia yang memiliki pasangan hidup.

Walaupun banyak orang yang malu untuk mengakui bahwa dirinya pernah berobat atau bahkan mengolok-olok, pengobatan Mak Erot telah diakui oleh kaum modernis, pakar seks, maupun selebritis. Mak Erot konon mendapatkan teknik pengobatan tersebut setelah berpuasa selama 40 hari. Di sela-sela masa puasanya itu, dia bermimpi didatangi oleh seorang pria berpakaian serba putih.

Pria tersebut mengatakan bahwa ilmu tersebut diberikan pada Mak Erot untuk bekal dirinya dan keturunannya. Adapun ilmu tersebut harus digunakan oleh Mak Erot untuk menolong orang lain. Ketika menjalani terapi, pasien Mak Erot memiliki pantangan, yakni harus menghindari makanan serai mentah, terong ungu panjang, dan pisang emas.

Konon, sebelum meninggal dunia, cucu Mak Erot, Saepulloh sempat bermimpi neneknya itu dibawa pergi oleh sekelompok orang yang mengenakan baju serba putih. Mimpi itu menjadi kenyataan, Mak Erot meninggal dunia di pendoponya.

Sebelum meninggal Mak Erot mengumpulkan keluarga besarnya dan berwasiat agar usaha terapinya tetap diteruskan.