CHAT Via WhatsApp
diposkan pada : 12-01-2021 16:43:34

Bagi sebagian orang, untuk dapat hamil bukanlah perkara mudah. Kenyataannya, hanya sekitar 15-20% kemungkinan wanita untuk hamil setiap bulannya.

Saat sudah mencoba beragam tips dan rekomendasi untuk mendapatkan kehamilan, solusinya pasangan mungkin akan melakukan konsultasi dengan dokter kesuburan.

Konsultasi dengan Dokter Kesuburan

Berikut ini beberapa alasan yang dapat Moms dan Dads pertimbangkan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter kesuburan.

1. Sudah Mencoba Hamil Lebih Dari Setahun

Jika usia Moms di bawah 35 tahun dan sudah mencoba hamil selama setahun, ada baiknya konsultasi dengan dokter kesuburan.

Sedangkan, “Jika usia sudah lebih dari 35 tahun, maka ada baiknya segera konsultasi dengan dokter kesuburan jika sudah mencoba hamil selama enam bulan, namun gagal. Dokter dapat memeriksa apakah telur-telur dalam keadaan baik, apakah sperma normal, apakah rahim normal, jika tuba terbuka,” ungkap Direktur Divisi Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas di Rumah Sakit Mount Sinai serta Direktur Medis dari Reproductive Medicine Associates, New York, Alan B. Copperman, MD.

2. Didiagnosis Kanker

Wanita yang didiagnosis kanker (meski bukan kanker pada bagian reproduksi), perlu melakukan konsultasi dengan dokter kesuburan.

Pengobatan terhadap kanker berbeda pada setiap individu, sehingga efeknya pada kesuburan juga berbeda.

Untuk itu, ada baiknya konsultasi dengan dokter kesuburan dan ahli onkologi untuk melihat peluang kehamilan setelah menjalani pengobatan kanker.

3. Berat Badan Mengkhawatirkan

Dikutip dari Journal of the Turkish German Gynecological Association, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa jika indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) sama dengan atau lebih besar dari 25 kg/m2 maka dianggap kelebihan berat badan.

Sedangkan jika BMI sama dengan atau lebih besar dari 30 kg/m2, maka hal tersebut dianggap obesitas. “Wanita dengan BMI di bawah 18 atau lebih dari 30 memiliki risiko lebih tinggi mengalami infertilitas dan komplikasi kehamilan,” ungkap Reproductive Medicine Associates di New Jersey, Dr Marcy F. Maguire, MD, FACOG, seperti dikutip dari parents.com.

Jika Moms mengalami kelebihan atau kekurangan berat badan dan sedang berusaha untuk hamil, ada baiknya melakukan konsultasi dengan dokter kesuburan terlebih dahulu.

4. Memiliki Masalah Reproduksi

“Wanita yang sudah mengetahui adanya masalah, seperti polycystic ovary syndrome (PCOS) atau endometriosis, perlu dievaluasi segera jika ingin memulai mencoba hamil,” ungkap Dr Marcy F. Maguire.

Banyak wanita pengidap PCOS tidak berovulasi, sehingga membutuhkan obat untuk membantu menyembuhkannya terlebih dahulu.

Wanita dengan endometriosis bahkan bisa lebih rumit, karena dapat mengakibatkan tuba falopi tersumbat, hingga cadangan ovarium berkurang atau tidak ada sama sekali.

Untuk itu, cara terbaik untuk mengatasi masalah reproduksi ini adalah melalui konsultasi dengan dokter kesuburan.

5. Faktor Keturunan

Jika Moms atau Dads memiliki sejarah kondisi genetik dari keluarga yang mungkin dapat diturunkan, maka ada baiknya konsultasi dengan dokter kesuburan.

Konsultasi dengan dokter kesuburan dapat memberi kejelasan mengenai apakah Moms atau Dads memiliki mutasi genetik tertentu yang dapat mengganggu kesuburan tersebut.

Jika Moms atau Dads memiliki risiko akan gen tersebut, maka dokter kesuburan akan memberi pilihan pada pasangan dalam menjalani program hamil. Misalnya dengan program IVF.

Itulah beberapa faktor yang dapat menjadi pertimbangan Moms atau Dads untuk konsultasi dengan dokter kesuburan. Dengan mendapatkan solusi bersama dokter kesuburan, Moms dan Dads dapat melihat ada tidaknya peluang untuk memiliki keturunan.